Tag Archive: Renungan


Disepanjang pelayanan, telah banyak orang yang saya temui. Latar belakang, kebisaan dan karakter mereka pun sangat kompleks. Ada yang pemarah, penyabar, cerewet, pendiam dan sebagainya. Dan mereka juga memiliki profesi yang beragam pula. Akan tetapi, mereka dikelompokan menjadi dua golongan yaitu, mereka yang sukses dan mereka yang gagal. Orang yang sukses adalah orang yang berpikir positif sehingga selalu optimis, dan orang yang gagal adalah orang yang berpikir negatif sehinggal selau pesimis.

Dalam setiap kehidupan kita, permasalahan adalah sesuatu yang selalu ada. Firman Tuhan pun menyatakan hal yang sama. Bahkan saat para murid ada bersama Tuhan Yesus pun mereka menghadapi permasalahan. Sebuah badai taufan datang mengamuk di danau yang tadinya tenang. Para murid pun ketakutan dan mereka berpikir bahwa mereka akan mati (ay:24), padah Tuhan Yesus bersama dengan mereka di perahu itu. Dan tidak hanya para murid saja yang pernah berpikiran positif, kita pun juga seperti itu, sewaktu mengahadapi permasalahan yang besar bahkan melebii kapasita yang kita miliki. Ingat Tuhan Yesus tidak acuh terhadap keadaan yang sedang kita hadapi.

Pada dasarnya, kita sendirilah yang memutuskan apakah kita akan berpikiran positif atau negatif. Dengan berpikiran negatif berarti kita membatasi kuasa Tuhan yang ada pada diri kita. Namun selaku orang yang beriman kita dituntut untuk berpikir positif dalam segala keadaan apapun. Karena Tuhan selalu ada beserta kita “… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” (Roma 8;3). Jadi buanglah jauh-jauh pikiran tentang kegagalan, ketidakberdayaan, dan kekalahan itu dari pikiran kita. Percayalah bahwa Tuhan bersama kita. Amin

Membangun Integritas

Ada pepatah lama mengatakan, ” Lain dimulut lain di hati”. Pepatah tersebut tidak selalu benar keberadaannya karena Firman Tuhan mengatakan “bahwa apa yang keluar dari mulutKu berasal dari hati” (Matius 15 : 18). Namun pada kenyataannya pepatah tersebut masih berlaku sampai saat ini dan kita sering menghadapi orangorang yang berkarakter seperti itu, baik mereka belum mengenal Tuhan sampai mereka yang sudah mengenal Tuhan bahkan mereka kita anggap lebih rohani daripada kita. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang sulit dipercaya perkataannya dan hidupnya sering kali memakai berbagai macam topeng untuk menutupi kekurangan dan keburukannya. Mereka pandai berkatakata manis namun hatinya penuh dengan kemunafikan. Dan karakter orang seperti inilah yang tidak memiliki integritas dalam hidupnya.

Integritas adalah kehidupan yang padu antara perkataan dengan perilaku. Tuhan Yesus mengajar supaya kita mewujudkan bersatunya perkataan dan perbuatan dengan prinsip yang tegas dan jelas. Jika “ya” hendaknya kamu katakan ” ya” dan sebaliknya jika “tidak” katakan “tidak” (Matius 5:37). Memanglah bukan suatu kemudahan unk melakukan firman Tuhan ini, apalagi di zaman sekarang dimana pola pemikiran masyarakat sudah maju dan kritis yang tidak mudah dipengaruhi atau hanya percaya dengan perkataan saja. Oleh sebab itu sebagai orang yang percaya kita dituntut memiliki integritas dalam kehidupan kita, karena apa yang kita lakukan dan perkataan merupakan cerminan dari iman kita kepada Tuhan.

Melalui bacaan ini, kita diingatkan Tuhan bahwa Dia sangat benci sifat keminafikan. Dia tidak berkenan dengan gaya hidup orang orang munafik, yaitu orang orang yang pandai mengatakan firman tapi tidak melakukannya. Dia juga tidak suka memuji Tuhan dengan bibir, sedangan hati mereka menjauhkan Tuhan. Oleh sebab itu marilah kita memulai hari ini dengan komitmen baru kepada Tuhan sehingga melalui hidup kita banyak orang yang memperoleh keselamatan dari Tuhan.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.